6 Hal Terkini Kasus Suami-Anak Membusuk di Koja dari Pengakuan Istri

Jakarta – Polisi terus menyelidiki fakta di balik ayah berinisial HR (51) dan anaknya berinisial AQ (2) di Koja, Jakarta Utara (Jakut) ditemukan tewas membusuk. Polisi telah memeriksa istri dari HR, yakni NH (31) yang dinyatakan dokter sudah sehat untuk memberikan keterangan, setelah ditemukan lemas di rumahnya bersama sang suami serta anak bungsunya.
Seperti diketahui, saat jasad HR dan AQ ditemukan warga, NH terbaring lemas. Sementara anaknya yang berusia 4 tahun yang ditemukan sedang menangis dalam keadaan yang juga lemas di tempat tidur.

HR dan AQ ditemukan tewas membusuk di rumahnya. Polisi memastikan NH memberikan keterangan secara bebas, independen, dan tanpa tekanan serta tanpa ada desakan dari pihak mana pun.

“Bahwa memang dia mengalami trauma. Tapi kemudian setelah dokter menyatakan bahwa sudah sehat, sudah diberikan perawatan lalu bisa memberikan keterangan secara dapat dipertanggungjawabkan, maka kemudian kemarin kami ajak memberikan keterangannya di Polres,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan, Minggu (19/11).


Berikut 6 hal yang menjadi kesaksian istri di kasus suami dan anak membusuk di Koja:
1. Waktu Kematian Korban HR

Jasad HR dan AQ ditemukan pada Sabtu (28/10/2023) lalu. Menurut keterangan sang istri, suaminya sudah tak bernyawa sejak 20 Oktober 2023.

Polisi mengatakan kesaksian NH disinkronkan dengan keterangan tetangga. Hasilnya Keterangan sejumlah tetangga juga menguatkan bahwa pada hari itu HR tidak melaksanakan salat Jumat.

2. Tak Berusaha Cari Pertolongan

Kepada polisi, NH mengaku tidak berusaha mencari bantuan ke luar rumah. Hal itu disebabkan karena tubuhnya dalam keadaan sakit sehingga tidak bisa berbuat lebih.

Polisi menyebut NH juga mengaku saat itu sedang stres. Polisi juga meminta keterangan dari NH soal keberadaan kedua anaknya yang pada saat kejadian berada di dalam kamar, berdua, dan terkunci dari dalam.

NH mengaku tidak membuka pintu kamar karena tidak berhasil membukanya mengingat kondisi tubuh yang lemah.

Keterangan itu juga sudah dicocokkan dengan keterangan sejumlah tetangga bahwa NH ditemukan dalam kondisi tubuh yang lemah, seperti tidak makan.

3. Suami Tersungkur Depan Kamar Mandi

Polisi menyebut HR sempat tersungkur di depan kamar mandi. Hal itu terjadi sebelum salat Jumat.


“Ketika ditemukan, HR (waktu itu) akan salat Jumat, sudah menggunakan baju koko. Tapi dia tidak kuat, tersungkur di depan kamar mandi, kemudian dari telinga mengeluarkan darah,” terang Gidion, dilansir Antara (19/11).


Dari hasil tes DNA, darah tersebut identik dengan darah HR. Selain itu, darah yang menempel di tubuh istrinya yang berinisial NH (31) juga darah pria yang menjalankan usaha perjalanan ibadah tersebut.

Namun, polisi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya HR dan AQ. Apakah karena terjatuh atau ada penyebab lain, seperti kelaparan dan sakit.

4. Istri Tak Kuat Angkat Tubuh Suami yang Tersungkur

Kombes Gidion mengatakan bercak darah tersebut milik HR yang diduga menempel saat NH mengangkat jasad suaminya dari kamar mandi. Namun NH tak punya cukup tenaga untuk membantu suaminya.

“NH tak kuasa mengangkat tubuh suaminya sehingga terjatuh lagi. Itu menyebabkan bercak pada bagian tubuh sang istri,” jelas Gidion.

5. Jawaban Istri Absurd saat Diperiksa Polisi

Sebetulnya, NF atau NH masih bisa ditanya-tanya. Akan tetapi, saat ditanya yang berkaitan dengan kematian suami dan anaknya, NF kerap memberikan jawaban campur aduk.

“Jawabannya (istri korban) masih absurd. Ya campur aduk ganda gitu,” sebut Gidion.

Gidion menyebut istri korban masih bisa menjawab jelas terkait pertanyaan umum. Namun, saat penyidik menggali lebih dalam terkait kasus kematian suami dan anaknya, istri korban tidak stabil. https://juswortele.com

“Jadi pada pertanyaan yang normal tentang identitas itu wajar jawabannya, tapi kalau udah masuk ke pendalaman materi dia masih belum stabil,” ujarnya.


6. Psikiater Dilibatkan untuk Trauma Istri

Hingga kini polisi masih mendalami kejiwaan istri korban dengan melibatkan psikiater. Penyidik, lanjut Gidion, masih menyelidiki kasus tersebut.

“Saya belum bisa pastikan (kejiwaan istri korban) karena hasil uji laboratorium juga belum tuntas. Hari ini mudah-mudahan ada (perkembangan), hari ini ke sana lagi. Hari ini psikiatri kemudian dengan penyidik komunikasi lagi dengan istrinya,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*