Kisah Pemuda Indramayu Rela Gadai Motor Demi Menata Wisata Pantai di Desanya

Indramayu – Inilah kisah Amri Isnen, pemuda Indramayu yang rela menggadaikan motor demi menata wisata pantai di desanya. Perjuangan itu pun berbuah manis.
Pantai Cemara Indah (CI) Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat kini menjadi satu destinasi wisata pantai yang ramai dikunjungi.

Namun, di balik keramaian wisata pantai itu, ternyata bermula dari kepedulian pemuda setempat yang prihatin dengan kondisi lingkungan pantai yang tidak terurus.

Diceritakan Amri Isnen, Pengelola Pantai Cemara Indah bahwa pantai ini awalnya nyaris tidak bisa dijangkau warga. Selain penuh sampah, pantai ini pun tidak pernah terurus dan penuh semak belukar.

Prihatin melihat kondisi itu, Amri beserta pemuda lainnya tergerak untuk melakukan pembersihan. Awalnya, mereka hanya ingin menjadikan tempat nongkrong sekaligus mengembangkan pelestarian lingkungan alam setempat.

“Waktu itu belum banyak pengunjung. Awalnya bukan wisata hanya untuk melestarikan sekaligus tempat nongkrong yang nyaman,” kata Amri, Sabtu (18/11) akhir pekan lalu.

Amri mengaku perjuangan melestarikan pantai tersebut tidaklah mudah. Selain harus membersihkan sampah dan semak belukar, mereka pun harus membuka akses dengan membuatkan jalan menuju lokasi pantai.

Selain itu, pengembangan pelestarian lingkungan yang mereka lakukan awalnya ingin menjadikan bibir pantai di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu ini menjadi habitat burung sehingga tercipta ekosistem yang baik.

Di sekitar bulan November pada tahun 2022 lalu, mereka mulai melakukan pembibitan pohon cemara laut dan menatanya secara rapi.

“Pertama itu 500 pohon dari pembibitan sendiri sampai akhirnya besar. Di tanam secara rapi di sepanjang pantai,” jelasnya.


“Bahkan kita pas menata ini harus menggadai 4 BPKB motor atau sekitar 40 jutaan. Ini untuk pembibitan, buka akses, pembersihan semak dan sampah,” ungkapnya.

Namun, di tengah perkembangan teknologi informasi, keindahan pantai itu mulai tersebar di jagat media sosial. Setelah viral, banyak warga mulai berdatangan.

Dalam waktu kurang dari setahun, pantai Cemara Indah tak hanya dikunjungi warga setempat. Melainkan, banyak pengunjung yang datang dari daerah lainnya. Mulai dari daerah Cirebon Raya, Bandung hingga Karawang.

Kini, jumlah pengunjung pun semakin meningkat, Amri mencatat di hari biasa animo pengunjung bisa mencapai 200 orang. Sementara di akhir pekan hampir mencapai 800 orang.

“Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati hasil dari kepedulian lingkungan sekitar. Bahkan bisa memperdayakan masyarakat setempat dari membuka warung dan bisa berbagi kepada jompo dan anak yatim,” ucapnya.


Meski begitu, Amri dan teman lainnya mengaku akan tetap mengembangkan tujuan awalnya yaitu melestarikan alam lingkungan pantai. Hal itu dilakukan selain untuk mengurangi kadar garam https://kolechai.com dari banyaknya pohon cemara juga bisa mengurangi resiko abrasi pantai.

“Sampai sekarang masih melakukan upaya pembibitan pohon cemara sekitar seribu pohon dan nantinya juga akan ditambah pembibitan aneka tanaman buah-buahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*