Anies Jawab Prabowo Soal Sumber Polusi Jakarta, Ini Katanya

Jakarta, CNBC Indonesia –┬áCalon Presiden No. Urut 1 Anies Baswedan kembali membeberkan penyebab munculnya polusi udara di ibu kota DKI Jakarta. Dia mengatakan, sumber polusi di ibu kota justru berasal dari luar kota, khususnya lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

Hal ini diungkapkannya ketika menjawab “serangan” Calon Presiden No. Urut 2 Prabowo Subianto yang mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Anies selama menjadi Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun untuk menekan angka polusi, sementara data menunjukkan indeks polusi di DKI Jakarta selalu tertinggi di dunia, padahal anggaran Pemerintah Daerah DKI Jakarta mencapai Rp 80 triliun per tahun.

Anies menjawab, polusi di DKI Jakarta tidak mengenal KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan menyebut angin dari luar Jakarta, khususnya dari lokasi PLTU berada, masuk ke Jakarta.

“Jadi apa yang terjadi, kami di Jakarta pasang alat pantau polusi udara, bila sumber dari Jakarta, maka hari ini, besok, minggu depan akan konsisten kotor. Tapi yang terjadi, ada saat bersih, ada saat kotor. Ada masa minggu pagi Jagakarsa kotor, polusi udara gak ada KTP, angin gak ada KTP. Angin sana ke sini ketika polutan PLTU ke Jakarta ada indikator polusi udara, ketika ke Lampung, ke Sumatera ke Laut Jawa yang gak ada monitor, maka Jakarta bersih,” tuturnya menjawab “serangan” Prabowo, dalam ajang perdana Debat Capres 2024 di halaman kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

“Kalau problem dalam kota, maka konsisten tiap waktu kita punya masalah polusi, kita lakukan pengendalian dari uji emisi yang sekarang wajib, yang kedua elektrifikasi kendaraan umum, ketiga konversi kendaraan umum. Jadi itu kita kerjakan sekarang untuk tangani polusi udara Jakarta,” tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo melontarkan pertanyaan ke Anies terkait apa yang telah dilakukannya untuk menekan polusi di ibu kota selama menjabat Gubernur DKI Jakarta. https://pembangkitkuku.com/

“Mas Anies pernah jadi Gubernur 5 tahun di DKI, anggaran DKI setahun sekitar Rp 80 triliun, jumlah penduduk DKI 10 juta.. tetapi selama Mas Anies memimpin sering kali DKI menerima indeks polusi tertinggi di dunia, bagaimana dengan anggaran Rp 80 triliun Pak Anies sebagai Gubernur tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti untuk mengurangi polusi?” cecar Prabowo ke Anies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*